Azzein Thea

Mari Kita Bercermin ke Sejarah Masa Lalu

Hmmmmmmmmmmm……..


Ini malam hari, malam yang sunyi terbalut sepi, awan
pun menghitam, hujan tak kunjung mereda. Pantas sajalah
semua orang tertidur pulas dengan mimpinya sendiri-sendiri
di atas kasur empuk dan pelukan selimut lembut. Tetapi tidak
untuk pemuda ini. Dia hanya terdiam, mata tak terpejam
walau kantuk sesekali menghampiri. Terdiam, melamun,
merenung, memikirkan dan mengharapkan, itulah yang ia
lakukan di malam sunyi.

Dengan tembok sebagai sandarannya, ia membisu
sejenak, lantas menulis di secarik kertas, “Cukupkah bertaubat
hanya dengan berucap istighfar, Astaghfirullah.. Sedang jiwa
raga tak kuasa terus melakukan dosa yang sama..?!”

Kemudian ucapan keluar.
“… Ku hanya ingi bersujud kepadamu Ya Alloh…..!!”
Ucapan itu memecah kesunyian kamar dimana yang
lainnya tertidur pulas.

“Ya Allah, apa yang mesti kuperbuat, diriku memang
kerap tersesat, banyak lakukan maksiat,namun malangnya diriku tak pandai tuk bertaubat.

Ya Allah, kumemohon padaMu ampuni dosaku.
Engkau Maha Penerima Taubat, … terimalah taubatku,”
lirihnya.

Air mata meluncur tak terasa menghujani sebuah buku.
Ia usap air mata yang membasahi pipi, juga yang menetesi
buku yang digenggamnya. Buku yang hendak  ia berikan
pada adiknya itu menjadi saksi bisu suasana hatinya
saat itu……..

Iklan

13/10/2011 - Posted by | Inspirasi |

Belum ada komentar.

Syukron Atas Komentarnya Barokallohu Fiekum..

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: