Azzein Thea

Mari Kita Bercermin ke Sejarah Masa Lalu

Ma’mun Ar Rasyid (Pelopor Pendiri Perpustakaan Umum Pertama di Dunia yg dikenal dengan Darul Hikmah di Baghdad)


al-ma'mun

Al-Ma’mun ar-Rasyid dalam bahasa arab : المأمون الرشيد Beliau lahir 14 September 786 atau 15 Rabiul Awal 170 H dan meninggal pada 9 Agustus 833 bergelar Abu al-Abbas dengan nama asli Abdullah bin ar-Rasyid bin al-Mahdi adalah seorang khalifah Bani Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 813 sampai 833, ia meninggal pada usia 48 tahun. Al-Ma’mun adalah putera dari putra dari Khalifah Harun Ar-Rasyid dan saudara dari khalifah sebelumnya Al-Amin. Sedangkan ibunya adalah seorang bekas budak yang bernama Murajil.

Lantaran sang ibu bukan dari keturanan Abbasiyah, maka pada tahun 802 M sang ayah mewariskan singgasana kekhalifahan kepada puteranya yang lain bernama Al-Amin. Sedangkan, Al- Ma’mun ditunjuk sebagai Gubernur Khurasan dan sebagai khalifah setelah Al- Amin. Setelah sang ayah wafat pada tahun 809 M, hubungan dua bersaudara berlainan ibu itu memburuk.

Konflik itu semakin memburuh setelah Al-Amin yang menjadi khalifah memecat Al-Ma’mun dari posisi gubernur Khurasan. Al-Amin menunjuk puteranya untuk menggantikan posisi pamannya di Khura san. Al-Ma’mun menganggap keputusan itu sebagai pelanggaran terhadap wasiat sang ayah Harun Ar-Rasyid. Keduanya lalu berperang. Dengan bantuan pasukan Khurasani pimpinan Tahir bin Husain Al-Ma’mun berhasil mengalahkan kekuatan Al-Amin.

Mulai tahun 813 M hingga 833 M, Al- Ma’mun menjadi khalifah. Setelah dua dekade memimpin Abbasiyah, Al- Ma’mun meninggal pada 9 Agustus 833 M di dekat Tarsus. Jabatannya lalu digantikan Al-Mu’tasim. Dedikasi dan kontribusinya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan hingga tetap diakui sepanjang masa.

Sejarawan Muslim, Al-Tabari menggambarkan sosok Al-Ma’mun sebagai pria yang bertubuh jangkung, tampan, corak kulitnya bercahaya, dan memiliki jenggot yang panjang. Sang khalifah juga dikenal amat dermawan dan pandai berorasi meski tanpa persiapan. Dia juga seorang Muslim yang taat dan pemimpin adil yang hobi berpuisi.

Al-ma’mun merupakan Khalifah Abbasiyah ketujuh yang mengantarkan dunia Islam sampai pada puncak pencapaian. Ia di kenal sebagai figur pemimpin yang dianugerahi intelektulitas yang cemerlang. Dan Ia menguasai beragam ilmu pengetahuan. Serta Kemampuan dan kesuksesannya mengelola pemerintahan dicatat dengan tinta emas dalam sejarah peradaban Islam.

Berkat inovasi gagasannya yang brilian, Baghdadibu kota Abbasiyah menjadi pusat kebudayaan dunia.

Sang khalifah sangat menyokong perkembangan aktivitas keilmuan dan seni. Perpustakaan Bait Al-Hikmah yang didirikan sang ayah, Khalifah Harun Ar-Rasyid disulapnya menjadi sebuah universitas virtual yang mampu menghasilkan sederet ilmuwan Muslim yang melegenda.

Khalifah yang sangat cinta dengan ilmu pengetahuan itu mengundang para ilmuwan dari beragam agama untuk datang ke Bait Al-Hikmah. Al-Ma’mun menempatkan para intelektual dalam posisi yang mulia dan sangat terhormat. Para filosof, ahli bahasa, dokter, ahli fisika, matematikus, astronom, ahli hukum, serta sarjana yang menguasai ilmu lainnya digaji dengan bayaran yang sangat tinggi.

Dengan insentif dan gaji yang sangat tinggi, para ilmuwan itu dilecut sema ngatnya untuk menerjemahkan beragam teks ilmu pengetahuan dari berbagai bahasa seperti Yunani, Suriah, dan San sekerta. Demi perkembangan ilmu pengetahuan, Al-Ma’mun mengirim seorang utusan khusus ke Bizantium untuk mengumpulkan beragam munuskrip termasyhur yang ada di kerajaan itu untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.

Sejatinya Bait Al-Hikmah didirikan pada era kekuasaan Khalifah Harun Ar- Rasyid. Namun, lembaga yang awalnya berfungsi sebagai perpustakaan dan pusat penerjemahan yang berada di Baghdad itu berkembang pesat di era Kekhalifahan Al-Ma’mun. Pengganti Harun Ar-Rasyid itu mengembangkan Bait Al-Hikmah menjadi sebuah perguruan tinggi virtual pada zamannya.

Lembaga pengetahuan itu pun menjelma menjadi tempat para ilmuwan Muslim mela kukan penelitian dan menimba ilmu. Pada era kekuasaan Al-Ma’mun, Bait Al- Hikmah pun dilengkapi dengan observatorium. Seja rah mencatat, pada era itu tak ada pusat studi di belahan dunia mana pun yang mampu menandingi dan menyaingi kehebatan Bait Al-Hikmah.

Di Bait Al-Hikmah, segala macam ilmu pengetahuan dikaji, diteliti dan dikembangkan oleh para ilmuwan. Studi yang berkembang pesat di lembaga itu antara lain; matematika, astronomi, kedokteran, zoologi, serta geografi. Sebagai khalifah yang dikenal sangat inovatif, Al-Ma’mun meminta para ilmuwan Muslim tak hanya menguasai pengetahuan hasil transfer dari peradaban lain saja.

Ia mendorong para ilmuwan Muslim untuk melahirkan inovasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang dikuasainya. Upaya itu akhirnya tercapai. Baghdad pun menjelma menjadi kota yang paling kaya raya di dunia dan menjadi pusat pengembangan intelektual pada era itu. Saat itu, penduduk Baghdad mencapai satu juta jiwapopulasi terbesar saat itu. Selama kepemimpinannya, Bait Al-Hikmah telah melahirkan sederet ilmuwan Muslim terkemuka di dunia. Beberapa ilmu wan Muslim yang muncul di era kepemimpinan Al-Ma’mun itu antara lain Al-khindi seorang filosof muslim, Al-Farghani seorang astronom ternama dan masih banyak lagi para ilmuan muslim yang terlahir pada saat itu.

10/05/2014 - Posted by | BIOGRAFI PARA ILMUAN ISLAM, kutipan, PELAJARAN |

Belum ada komentar.

Syukron Atas Komentarnya Barokallohu Fiekum..

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: