Azzein Thea

Mari Kita Bercermin ke Sejarah Masa Lalu

Ringkasan Kitab Al-Umm Jilid-1 (Tentang Biography Imam Syafi’i)

al um 3Biografi Imam Syafi’i

Nasab dari Pihak Bapak

Ayahnya adalah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsrnan bin Syafi’ bin Sa’ib bin Abid bin Abdu Yazid bin Hisyam bin Muthalib bin Abdu Manaf bin Qusha bin Kilab bin Murrah, nasabnya dengan Rasulullah bertemu pada Abdu Manaf bin Qushai.

Nasab dari Pihak Ibu

Ibunya adalah Fathimah binti Abdullah bin Hasan bin Husain bin Ali bin Abi Thalib. Orang-orang mengatakan bahwa mereka tidak mcngetahui Hasyimiyah melahirkan keturunan kecuali Imam Ali bin Abi Thalib dan Imam’Syafi’i.

Kelahiran Syafi’i

Ia dilahirkan pada tahun 150 H, bertepatan dengan tahun dimana Imam Abu Hanifah meninggal dunia. Ia dilahirkan di Ghazzah, Askalan.Tatkala umurnya rnencapai dua tahun, ibunya memindahkannya ke Hijaz dimana sebagian besar penduduknya bcrasal dari Yaman, ibunya sendiri berasal dari Azdiyah. Keduanya pun menetap di sana. Namun ketika umumya telah mencapai sepuluh tahun, ibunya memindahkannya ke Makkah karena khawatir akan melupakan nasabnya.

Pendidikan Syafi’i

Imam Syafi’i sejak kecil hidup dalam kemiskinan. Ketika beliau diserahkan ke bangku pendidikan, para pendidik tidak mendapatkan upah dan mereka hanya terbatas pada pengaj aran. Namun setiap kali seorang guru mengajarkan sesuatu kepada murid-murid, terlihat Syafi’i kecil dengan ketzjaman akal yang dimilikinya sanggup menangkap semua perkataan serta penjelasan gurunya. Setiap kali gurunya berdiri untuk meninggalkan tempatnya, Syafi’i mengajarkan lagi apa yang didengar dan dipahaminya kepada anak-anak yang lain, sehingga dari apa yang dilakukannya ini Syafi’i mendapatkan upah. Setelah menginjak umur yang ketujuh, Syafi’i telah menghafal selumh Al Qur‘an dengan baik. Syafi’i bercerita, “Ketika saya mengkhatamkan Al Qur‘an dan memasuki masjid, saya duduk di majelis para ulama Saya menghafal hadits-hadits dan masalah-masalah fikih. Pada saat itu, rumah kami berada di Makkah. Keadaan saya sangat miskin, dimana saya tidak memiliki uang untuk membeli kertas, namun saya mengambi] tulang-tulang sehingga dapat saya gunakan untuk menulis.” Ketika mcnginjak umur tiga belas tahun, iajuga memperdengarkan bacaan A1 Qur‘an kepada orang-orang di Masjidil Haram, ia memiliki suara yang sangat merdu.

Hakim mengeluarkan hadits dari riwayat Bahr bin Nashr, ia berkata, “Apabila kami ingin menangis, kami mengatakan kepada sesama kami, ‘Pergilah kepada pemuda Syafi’i! ’Apabila kami telah sampai kepadanya, ia mulai membuka dan membaca Al Qur‘an sehingga manusia yang ada di sekelilingnya banyak yang berj atuhan di hadapannya karena kerasnya menangis. Kami terkagum-kagum dengan kemerduan suara yang dimilikinya, sedemikian tingginya ia memahami Al Qur‘an sehingga sangat berkesan bagi para pendengarnya.”

Guru-guru Imam Syafi’i

  1. Muslim bin Khalid Az-Zanji, Mufii Makkah tahun 180 H yang bertepatan dengan tahun 796 M, ia adalah maula (budak) Bani Makhzum.
  2. Sufyan bin Uyainah A] Hilali yang berada di Makkah, ia adalah salah seorang yang terkenal ke-tsiqah-annya (jujur dan adil).

  3. Ibrahim bin Yahya, salah seorang ulama Madinah.

  4. Malik binAnas. Syafi’i pernah membaca kitab AlMuwaththa’ kepada Imam Malik setelah ia menghafalnya di luar kepala, kemudizm ia menetap di Madinah sampai Imam Malik wafat tahun 179 H, benepatan dengan tahun 795 M.

  5. Waki’ bin JalrahbinMalihAl Kufi

  6. Hammad bin Usamah Al HasyimiAlKufi

  7. Abdul Wahhab binAbdul MajidA1 Bashri

Istri Imam Syafi’i

Ia menikah dengan Hamidah binti Nafi’ bin Unaisah bin Amru bin Utsman bin Affan. Kelebihan Imam Syafi’i serta Pujian Ulama Terhadapnya

  1. Keluasan ilmu pengetahuan dalam hal adab (sastra) dan nasab,

yang setara dengan Al Hakam bin Abdul Muthalib. Rasul SAW bersabda, ‘

gambar hal-5

“Hanya saja Bani Hasyim dan Bani Muthalib sama.

  1. Kekuatan menghafal Al Qur‘an dan kedalaman pemahaman antara yang wajib dan sunah, serta kecerdasan terhadap seluruh disiplin ilmu yang ia miliki, yang tidak semua manusia dapat melakukannya.
  • Kedalaman ilmu tentang Sunnah, ia dapat membedakan antara Sunnah yazig shahih dan yang dha Sena ketinggian ilmunya dalam hal ushul, mursal, maushul, sena perbedaan antara lafazh yang umum dan yang khusus.

  • Imam Ahmad bin Hambal berkata, Pam ahli hadits (ashabul hadits) yang dipakai oleh Abu Hanifah tidak diperdebatkan sehingga kami bertemu dengan Imam Syafi’i. Ia adalah manusia yang paling

  • memahami kitab Allah Azza wa Jalla dan Sunnah Rasul SAW,

    serta sangat peduli terhadap hadits beliau.”

    1. Karabisy’ berkata, “Imam Syafi’i adalah rahmat bagi umat Muhammad shallallahu ‘aIaihi wasallam.”

    6.Dubaisan’ berkata, “Saya pemah bersama Ahmad bin Hambal di Masjid Jami’ yang berada di kota Baghdad, yang dibangun oleh Manshur, kemudian saya datang kepada Husain (Karabisy) lalu bertanya, ‘Bagaimana pendapatmu tentang Syafi’i?’ Dia mengatakan, ‘Seperti apa yang saya katakan bahwa ia memulai dengan Kitab (Al Qur‘an), Sunnah dan Ittifaq. Kami dan orang-orang terdahulu sebelum dia tidak mengetahui apa itu Kitab dan Sunnah, hingga kami mendengar dari Imam Syafi’i tentang Kitab, Sunnah dan Ijma’.”Humaidi berkata, “Kami pemah ingin mendebat pengikut rasionalis (aliran yang mengedepankan rasio dalam segala urusan), tetapi kami tidak mengetahui bagaimana cara untuk mengalahkarmya. Lalu Imam Syafi’i datang kepada kami, sehingga kami dapat memenangkan perdebatan.”

    Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Saya tidak pernah melihat seseorang yang lebih fakih terhadap Kitab Allah daripada pemuda Quraisy ini, ia adalah Muhammad bin Idris Syafi’i.”

    8.Ibnu Rahawaih pernah ditanya, “Menurut pendapatmu,bagaimanakah Imam Syafi’i dapat menguasai kitab ini dalam usia yang masih belia?” Ia menjawab, “Allah Subhanahu wa Ta ‘ala mempercepat akalnya karena mnumya yang pendek.”

    9.Rabi’i berkata, “Kami pemah duduk di mzj elis Syafi’i setelah beliau meninggal dunia di Basir, tiba- tiba datang kepada kami seorang Arab badui. Ia mengucapkan salam lalu bertanya, ‘Di manakah bulan dan matahari majelis ini?’ Kami menjawab, ‘Beliau telah wafat’. Tiba-tiba ia menangis lalu berkata, ‘Semoga Allah merahmatinya dan mengampuni dosa-dosanya. Sungguh beliau telah menyingkap hujjah yang tertutup, telah merubah wajah orang-orang yang ingkar dan juga telah membuka kedok mereka,serta telah membuka pintu kebodohan dengan penjelasannya’.Kemudian Arab badui itu beranjak pergi.”

     

    Srkap Rendah Hati (tawadhu) Syafi’i

    Hasan bin Abdul Aziz A1 Jarwi Al Mishri mengatakan, bahwa Imam Syafi’i pemah berkata, “Saya tidak menginginkan kesalahan terjadi pada seseorang, saya sangat berhasrat agar ilmu yang saya miliki itu ada pada setiap orang dan tidak dinisbatkan (disandarkan) kepada saya.”Imam Syafi’i berkata: “Demi Allah, saya tidak menyaksikan seseorang lalu saya menginginkan kesalahan padanya. Tidaklah bertemu dengan seseorang kecuali saya berdoa, ‘Ya Allah, jadikanlah kebenaran ada pada hati dan lisannya! Apabila kebenaran berpihak pada Saya,semoga ia mengikuti saya, dan apabila kebenaran berpihak kepadanya, semoga saya sanggup mengikutinya’.”

     

    Syafi’i Seorang Ahli Ilmu dari Quraisy

    Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Apabila saya ditanya tentang satu masalah dan saya tidak mengetahuinya, maka saya menj awab dengan menukil perkataan Syafi’i, karena ia seorang imam besar dan ahli ilmu dari Quraisy.”Telah diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

    bahwasanya beliau bersabda, “0rang alim dari Quraisy akan memenuhi bumi.”

    Ar-Razi mengatakan, berita tentang imam ini akan texpenuhi pada seseorang yang memiliki beberapa kn’telia:

    Pertama, berasal dad suku Quraisy.

    Kedua, memiliki ilmu pengetahuan yang luas dad kalangan ulama.

    Ketiga, memiliki ilmu pengetahuan yang luas, dan dikenal oleh

    penduduk Timur dan Barat.Benar bahwa kreteria di atas hanya terdapat pada diri Imam Syafi’i,ia adalah seorang ahli ilmu yang berasal dad suku Quraisy.

    Berikut beberapa hadits yang berhubungan dangan hal di atas.

    1. Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasul

    shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    gambar hal-7

     

     

    “Janganlah kalian mencaci-maki suku Quraisy, karena sesungguhnya ahli ilmu di antara mereka akan memenuhi bumi.Ya Allah, Engkau telah menimpakan adzab yang terdahulu dari mereka, maka anugerahkan nikmat-Mu yang terakhir dari mereka. ”

    2. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    gambar1 hal-8

     

     

     

    “Ya Allah, tunjukilah orang-orang Quraisy, karena sesungguhnya orang alim di antara mereka akan memenu_hi bumi. Ya Allah,sebagaimana Engkau telah memberikan adzabpada mereka, maka berikanlahjuga nikmat-Mu atas mereka. ” Beliau mengulanginya sampai tiga kali.

    3. Ia adalah orang Quraisy dan’ Bani Al Muthallibi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

    gambar2 hal-8

     

     

    “Sesungguhnya Bani Hasyim dan Bani Muthalib adalah sama. “Kemudian Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam merapatkan jemari tangannya

    Dan’ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

    gambar3 hal-8

     

    “Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat inipada setiap seratus tahun, seseorang yang memperbaharui agama-Nya. ”

    Anak-anak Imam Syafi’i

    1. AbuUtsmanMuhammad,iaseo1anghakimdikotaHalib, Syam (Syria)
  • Fathimah

  • Zainab

  • Kedatangan Imam Syafi’i ke Mesir

    Imam Syafi’i datang ke Mesir pada tahun 199 H, atau 814/815 M, pada awal masa khalifah Al Ma’mun. Kemudian beliau kembali ke Baghdad dan bermukim di sana selama sebulan, lalu kembali lagi ke Mesir. Beliau tinggal di sana sampai akhir hayatnya pada tahun 204 H, atau 819/820 M.

    Buku-buku karangan Syafi’i

    1. Ar-Risalah Al Qadimah (Kitab AI Hujjah)
    2. Ar-Risalah Al Jadidah
    3. Ikhtilaf Al Hadits
    4. Ibthal Al lstihsan
    5. Ahkam Al Qur‘an
    6. Bayadh Al Fardh
    7. Sifat Al Amr wa Nahyi
    8. IkhtilafAl Malik wa Syafi’i
    9. Ikhtilaf Al Iraqiyin
    10. lkhtilaf Muhamad bin Husain
    11. Fadha‘il Al Quraisy
    12. Kitab Al Umm
    13. Kitab As-Sunan

    Wafatnya Imam Syafi’i

    Beliau mengidap penyakit ambeien pada akhir hidupnya, sehingga mengakibatkan beliau wafat di Mesir pada malam Jum’at seusai shalat Maghrib, yaitu pada hari terakhir di bulan Rajab. Beliau dimakamkan pada hari Jum’atnya di tahun 204 H, atau 819/820 M. Kuburannya berada dikota Kairo, di dekat Masjid Yazar, yang beada dalam lingkungan perumahan yang bernama Imam Syafi’i.

    1 Komentar »

    1. […] Tentang Biography Imam Syafi’i, […]

      Suka

      Ping balik oleh Belajar Ilmu Fiqih Dari Terjemah Kitab Al-Umm Imam syafi’i (Fiqih Imam Syafi’i) « Azzein Thea | 22/05/2014 | Balas


    Syukron Atas Komentarnya Barokallohu Fiekum..

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: